Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA



Organ reproduksi wanita dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1.      Organ Reproduksi Luar
Organ reproduksi luar wanita yaitu vulva. Vulva banyak disusun oleh jaringan lemak. Daerah ini disebut mons pubis (mons veneris). Di bagian bawah dari monspubis terdapat suatu lipatan yang berjumlah sepasang yang disebut labium mayor (bibir besar). Pada bagian yang lebih dalam dari labium mayor terdapat juga lipatan yang kedua berjumlah sepasang yang disebut dengan labium minor (bibir kecil). Kedua lipatan ini berfungsi untuk melindungi vagina. Dibagian atas dari struktur labium ini terdapat klitoris, yang merupakan organ erektil pada wanita. Pada bagian ini terdapat klitoris yang banyak terdapat pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
2.      Organ Reproduksi Dalam

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA



Berkembang biak merupakan salah satu ciri makhluk hidup sebagai usaha untuk melestarikan jenisnya. Kita sebagai manusia juga melakukan aktivitas tersebut. Di dunia ini terdapat dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Pada usia belasan tahun, seseorang dikatakan memasuki dewasa. Pada usia tersebut, manusia mampu menghasilkan gamet atau sel kelamin.
1.      Sistem Reproduksi Pria
Sistem reproduksi pria berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin jantan yang disebut sperma. Alat reproduksi laki-laki dibedakan menjadi dua macam yaitu: alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam. Alat reproduksi luat terdiri dari penis dan skrotum. Sedangkan alat reproduksi dalam terdiri dari testis, epididimis, vasdeferens dan duktus ejakulatoris.
Sperma merupakan sel tunggal yang tersusun atas kepaladan ekor. Ekor berfungsi menggerakkan sperma, sedangkan kepala mengandung informasi genetik. Untuk keluar dari tubuh, sperma berenang melewati duktus epipidimis, vasdeferens, dan bermuara di vesikula seminalis  (katung sperma). Pada pertemuan uretra dengan vasa deferensia, terdafat kelenjar prostat dan dibelakangnya terdapat kelenjar cowper. Kedua kelenjar tersebut menghasilkan cairan semen yang berguna untuk memberi nutrisi dan mempermudah gerak sperma. Sperma dan cairan semen dikeluarkan melalui penis.

SISTEM REPRODUKSI PADA LAKI-LAKI



Manusia berkembang biak dengan cara kawin atau seksual. Dalam proses itu diperlukan alat-alat reproduksi wanita maupun laki-laki. Alat reproduksi laki-laki dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1.      Alat Reproduksi Luar
Alat reproduksi luar merupakan alat reproduksi yang terletak diluar tubuh, terdiri atas bagian-bagian berikut.
a.       Penis
Penis merupakan alat reproduksi yang berfungsi untuk kopulasi (persetubuhan). Pada penis terdapat tiga rongga, dua rongga diantaranya dibagian bawah. Ketiga rongga tersebut dibentuk dari jaringan spons. Rongga bagian atas tersusun dari jaringan spons korpus kavernosa sedangkan rongga bagian bawah tersusun dari jaringan korpus spongiosum. Didalam penis terdapat saluran yang disebut uretra. Ketika terjadi ejakulasi, sperma keluar melalui uretra dalam penis.
Penis bagian dalam juga disusun oleh jaringan erektil dengan rongga-rongga yang banyak mengandung pembuluh darah. Bagian ini juga dilengkapi dengan ujung-ujung saraf perasa. Pada saat ereksi penis menjadi tegang dan mengembang disebabkan rongga-rongga jaringan erektil terisi penuh oleh darah.

Pengertian Antosianin

Antosianin (bahasa Inggris: anthocyanin, dari gabungan kata Yunani : anthos= "bunga", dancyanos= "biru") adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Sesuai namanya, pigmen ini memberikan warna pada bunga,buah,dandaun tumbuhan hijau, dan telah banyak digunakan sebagai pewarna alami pada berbagai produk pangan danberbagai aplikasi lainnya.
Antosianin merupakan sub-tipe senyawa organik dari keluarga flavonoid, dan merupakan anggota kelompok senyawa yang lebih besar  yaitu polifenol. Beberapa senyawa antosianin yang paling banyak ditemukan adalah pelargonidin, peonidin, sianidin,  malvidin, petunidin, dan delfinidin. Vakuola (vaccus – kosong) adalah rongga – rongga yang  terbentuk di dalam lumen sel ketika sel bertambah besar dan sel bertambah tua. Berisicairan vakuola, yaitu suatu larutan cair berebagai bahan organik dan anorganik,gula, protein, lemak, minyak, gas dan garam – garam yang kebanyakan merupakan bahan cadangan makanan atau hasil sampingan metabolisme.

Pengertian Coelenterata, Ciri, Ukuran, Cara hidup dan Klasifikasi

Karang yang ada di pantai tebentuk dari kerangka luar tubuh salah satu jenis coelenterata. Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya.

Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.


Ciri tubuh

HABITAT CHLOROPHYTA (ALGAE HIJAU)

Ganggang hijau merupakan golongan terbesar diantara ganggang dan sebagian besar hidup di air tawar, beberapa diantaranya hidup di air laut dan air payau. Pada umumnya melekat pada batuan dan seringkali muncul apabila air menjadi surut. Jenis yang hidup diair tawar, bersifat kosmopolit, terutama hidup di tempat yang cahayanya cukup seperti kolam, danau, genangan air, Alga hijau ditemukan pula pada lingkungan semi akuatik yaitu pada batu-batuan, tanah lembab dan kulit batang pohon yang lembab. Beberapa anggotanya hidup di air mengapung atau melayang, sebagian hidup sebagai plankton. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan.
Beberapa contoh alga hijau yang sering ditemukan dikolam anatara lain :
a. Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak
Contoh :
1. Chlorella
Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembang biak dengan pembelahan sel.
Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”.
Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di pasuruan)
2. Chlorococcum
Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)
b. Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak
Contoh : Chlamidomonas
Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloropas. Pada kloropas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung. reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi.
c. Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak
Contoh : Hydrodictyon
Hydrodictyon banyak ditemukan didalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi.
Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.
d. Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Contoh : Volvox
Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500 -5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.
e. Chlorophyta berbentuk benang
Contoh :
1. Spyrogyra
Gangguan ini didapatkan disekitar kita yaitu diperairan. bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. adapun langkah-langkah konjugasi antara lain
Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membenuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh pelburan inti yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid. zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang spirogyra baru yang haploid.
2. Oedogonium
Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di air atawar dan melekat di dasar perairan. reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang flagela banyak.
Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu.
f. Chlorophyta berbentuk lembaran
Contoh :
1. Ulva
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun. berkembang bial secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid.
2. Chara
Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. Di dalam globula terdapat anterodium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi.

PENGERTIAN CHLOROPHYTA (ALGAE HIJAU)

Ditinjau secara biologi, alga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Di dilam alga terkandung bahan-bahan organik seperti polisakarida, hormon, vitamin, mineral, dan juga senyawa bioaktif. Sejauh ini pemanfaatan alga sebagai komoditiperdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Padahal komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain.
Ganggang hijau / Chlorohyta adalah salah satu klas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Ganggang hijau ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak berupa benang, lembaran atau membentuk koloni spesies ganggang hijau yang bersel tunggal ada yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap.
Algae hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi algae. Algae hijau berbeda dengan devisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti tumbuhan tingkat tnggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibandingkan karoten dan xantofit.
Algae berperan sebagai produsen dalam ekosistem. berbagai jenis algae yang hidup bebas di air terutama tubuhnya yang bersel satu dan dapat berperan aktif merupakan penyusun fitoplankton. sebagaian besar fitoplankton adalah anggota algae hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga algae hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.

PENGERTIAN DAN JENIS BENCANA ALAM

1.    Pengertian Bencana

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. (UU 24/2007).

Bencana adalah peristiwa/kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar. (DEPKES RI)

2.    Pengertian Bencana Alam

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor, wabah serangga.

3.    Jenis Bencana Alam

Bencana Alam terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu bencana alam akibat dari potensi alam seperti letusan gunung merapi, gempa dan tsunami. Kedua, bencana alam yang diakibatkan kerusakan lingkungan yaitu bencana alam banjir dan tanah longsor. Bencana alam akibat kerusakan lingkungan yaitu :
a.    Banjir
1)   Pengertian Banjir
Menurut SK SNI M – 18 – 1989 – F (1989) dalam Suparta (2004) dijelaskan bahwa banjir adalah aliran yang relatif tinggi dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran.
Banjir adalah dimana suatu daerah dala keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu besar. Sedangkan banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena penggundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun meniumbulkan korban jiwa. (dalam Situs Badan Nasional penanggulangan Bencana, di akses pada tanggal 1 Maret 2012)
Menurut Kementrian Pekerjaan Umum RI (Departemen Kimpraswil, 2001), banjir adalah suatu keadaan sungai dimana aliran air tidak tertampung oleh palung sungai sehingga terjadi limpasan atau limpahan pada lahan yang seharusnya kering.
Banjir rob merupakan banjir yang diakibatkan oleh air laut yang pasang menggenangi daratan dan merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut. (dalam Wikipedia Ensiklopedia Bebas, diakses pada tanggal 1 Maret 2012)
2)   Penyebab banjir
Menurut Kodatie RJ dan Sjarief R (2005), ada beberapa hal yang dapat menyebabkan banjir antara lain :
a)    Perubahan tata guna lahan (land-use) di daerah aliran sungai
b)   Pembuangan sampah
c)    Erosi
d)   Sedimentasi
e)    Sistem drainase
f)    Curah hujan
g)   Kapasitas sungai
h)   penurunan tanah

b.    Tanah Longsor
1)   Pengertian
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah atau material campuran tersebut bergerak ke bawah atau keluar lereng.
2)      Penyebab
a)    Hujan
Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November seiring meningkatnya intensitas hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Muncul-lah pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan dan rekahan tanah di permukaan. Pada saat hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak. Tanah pun dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena melalui tanah yang merekah itulah, air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Apabila ada pepohonan di permukaan, pelongsoran dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga berfungsi sebagai pengikat tanah.
b)      Lereng terjal
Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.
c)      Tanah yang kurang padat dan tebal
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.
d)     Batuan yang kurang kuat
Pada umumnya, batuan endapan gunungapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah jika mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal.
e)      Jenis tata lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama.
f)       Getaran
Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.
g)      Susut muka air danau atau bendungan
Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.
h)   Adanya beban tambahan
Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.
i)     Pengikisan/erosi
Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.
j)     Adanya material timbunan pada tebing
Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah. 
k)      Penggundulan hutan
Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang.
l)     Daerah pembuangan sampah

Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal.

BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

1.    Pengertian Lingkungan Hidup

Menurut Undang Undang No. 32 Tahun 2009, kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Menurut Prof Dr. Ir. Otto Soemarwoto, lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati  yang mempengaruhi kehidupan kita. Menurut S.J Mcnaughton & Larry L. Wolf, lingkungan hidup adalah semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organisme. Menurut Prof. Dr. St. Munadjat Danusaputro, Sh, lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya

2.    Pengertian Kerusakan Lingkungan

Menurut Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup, perusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan atau hayatinya yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan.


3.    Bentuk Kerusakan Lingkungan

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
a.    Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.
Peristiwa alam yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
1)   Letusan gunung berapi
Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi. Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:
a)    Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
b)   Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.
c)    Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
d)   Gas yang mengandung racun.
e)    Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.
2)   Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
a)    Berbagai bangunan roboh.
b)   Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
c)    Tanah longsor akibat guncangan.
d)   Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
e)    Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
3)      Angin topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.
Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
a)    Merobohkan bangunan.
b)   Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
c)    Membahayakan penerbangan.
d)   Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.
b.      Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Manusia memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi untuk mengeksploitasi lingkungan sehingga kebutuhan hidupnya terpenuhi. Namun, ilmu dan teknologi yang dipergunakan oleh manusia telah mengakibatkan tekanan terhadap lingkungan hidup. Karena dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini :  (http://shirieen.blogspot.com/2009/12/bentuk-kerusakan-lingkungan-hidup.html, di akses pada tanggal 1 Maret 2012)
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
1)   Pencemaran Lingkungan
Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu :
a)    Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut.
b)   Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan.
c)    Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara antara lain berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan (hujan asam) yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan.
d)   Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik.
2)   Degradasi lahan
Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan.
Degradasi lahan dapat berupa penggundulan hutan (deforestation) dan penggersangan lahan (desertification).
a)    Penggundulan hutan (deforestation)
Sebelum membahas mengenai penggundulan hutan, akan diuraakan terlebih dahulu mengenai fungsi hutan. Hutan mempunyai berbagai fungsi, yaitu :
(1)     Hutan berfungsi sebagai penampung air di musim hujan. Air kemudian dilepas sedikit demi sedikit sehingga terbentuki mata air.
(2)     Hutan berfungsi sebagai sumber air.
(3)     Hutan berfungsi pengatur suhu karena hutan turut menentukan suhu udara di daerah sekitarnya.
(4)     Hutan berfungsi sebagai estetis karena hutan yang terpelihara baik akan mempercantik daerah sekitarnya.
(5)     Hutan berfungsi tempat berkembang biak satwa-satwa tertentu.
(6)     Fungsi lain dari hutan adalah sebagai daerah pertahanan dan keamanan. Daerah-daerah kritis sangat memerlukan hutan. Lahan kritis yang memerlukan hutan di Indonesia banyak sekali. Untuk sekadar contoh, berikut ini ditunjukkan beberpa diantaranya. Waduk jatiluhur memerlukan hutan di bagian hulu sungai citarum sebagai penahan banjir, pencegah erosi, dan sumber mata air. Daerah Jakarta dan sekitarnya memerlukan hutan di puncak. Danau toba memerlukan hutan di sekitarnya sebagai sumber air, pencegah erosi, dan banjir. Bale Endah, Bandung Selatan, sering kebanjiran karena hutan-hutan daerah aliran sungai (DAS) Citarus gundul, ini berarti Bale Endah memerlukan hutan di bagian utara, sekitar Dago Lembang.

Penggundulan hutan terjadi karena tindakan perusakan dan penebangan hutan secara permanen. Banyak faktor yang menyebabkan manusia melakukan penggundulan hutan, antara lain :
(1)   Pembangunan permukiman
Pembangunan permukiman baru sering dilakukan dengan cara membuka lahan hutan. Daerah transmigrasi disiapkan untuk ditempati para transmigran agar dapat membangun kembali lingkungan barunya. Lahan transmigran disiapkan di daerah tertentu dengan cara membuka hutan. Selain disediakan rumah-rumah dan laha pekarangan, fasilitas prasarana transportasi juga disiapkan untuk para transmigran. Jalan-jalan dibuat untuk menghubungkan dengan daerah luar, di Indonesia, penyediaan lahan transmigran disiapkan untuk menempatkan jutaan penduduk dari Jawa atau wilayah lain yang berpenduduk padat.
(2)   Perluasan lahan pertanian
Kebanyakan lahan gundul di wilayah ini pada beberapa dekade terakhir disebabkan oleh pengembangan dan peternakan hewan besar serta perluasan lahan perkebunan. Lahan diwilayah ini tidak cocok untuk pertanian dan peternakan karena kurang subur. Lebih lanjut, lahan pertanian yang dikerjakan intensif tanpa periode jeda telah mempercepat proses degradsi tanah
(3)   Penggunaan bahan bakar kayu
Pohon-pohon hutan dapat dijadikan kayu bakar. Pemanfaatan kayu sebagai sumber energi terutama terjadi di Negara-negara berkembang.
(4)   Penambangan terbuka/ permukan
Bahan tambang perlu dikeluarkan dari dalam bumi agar dapat bermanfaat bagi manusia. Sebagai contoh, batu bara di tambang untuk bahan bakar pembangkit listrik. Lahan yang bayak mengandung cadangan batu bara kebanyakan masih berupa hutan. Untuk mendapatkan batu bara, cara yang umum di lakukan di Indonesia adalah denagn penambangan terbuka/ permukaan (open-cut/ surface mining).
Metode penambangan terbuka menyebabkan lahan hutan yang ditebangi semakin meluas. Akibatnya, hutan menjadi gundul dan permukaan lahan menjadi rusak.
(5)   Pembalakan
Pembalakan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama kerusakan hutan. Kegiatan pembalakan atelah mengubah lahan hutan menjadi gundul secara cepat. Fungsi hutan sebagai penutup dan pelindung tanah menjadi hilang. Hujan dan angin mudah mengerosi tanah yang terbuka. Pohon-pohon yang tersisa akan tumbang oleh angin karena tanah tempat tumbuh akar sudah terkikis. Pada lahan yang terbuka, sinar matahari menyinari langsung sehingga tanah menjadi kerin, tidak subur, dan sulit diolah.
Selanjutnya kayu-kayu gelondongan hasil pembalakan diangkat keluar dari hutan melalui jalan yang dibuat dengan melintasi tengah hutan. Pengankutan kayu-kayu gelondongan menyebabkan banyak kerusakan pohon-pohon pada jalur lintasan yang dilalui truk pengangkut. Alat-alat berat seperti traktor dan bulldozer juga menghancurkan vegetasi dan memadatkan tanah dilindasannya. Tanah yang padat sulit menyerap air hujan sehingga menghambat vegetasi untuk tumbuh kembali.
b)   Penggersangan lahan (desertification)
Penggersangan lahan banyak terjadi di wilayah iklim kering (arid) dan setengah semi kering (semiarid). Degradasi lahan di wilayah ini menyebabkan terbentuknya gurun. Ini berarti telah terjadi kerusakan lahan secara meluas yang menyebabkan vegetasi tidak dapat tumbuh.
Seperti halnya penggundulan hutan, penggersangan lahan merupakan masalah lingkungan pada decade sekarang. Beberapa penyebab penggersangan lahan sebagai berikut.
(1)   Kegiatan pertanian
(2)   Penggunaan teknologi